HOME  PROFIL  PRODUK  BERITA  KONSULTASI
  Jam Analog
  Berita
  
  Judul :
Mahasiswa dari Seleksi Nilai Raport Lebih Berprestasi
  Isi Singkat :

Perguruan tinggi negeri (PTN) rata-rata menyediakan 30 persen kuota untuk mahasiswa baru dari jalur seleksi nilai raport. Mahasiswa dari jalur ini dinilai lebih baik prestasinya dari mahasiswa dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN.



_____________________
  Judul :
Tiga Mahasiwa Teknik Indonesia Raih Penghargaan di Jerman
  Isi Singkat :

Perusahaan Jerman, Daimler AG, yang terkenal dengan mobil mewahnya Mercedez Benz dan UNESCO menganugerahkan penghargaan Mondialogo Engineering Award kepada tiga orang mahasiswa teknik Indonesia berprestasi. Mereka terpilih diantara 60 mahasiswa dari 28 negara yang terbagi dalam 30 proyek di bidang pembangunan, pengentasan kemiskinan dan lingkungan dalam siaran pers yang diterima redaksi Republika Online, Kamis



_____________________
  Judul :
Pemprov Jateng Kembangkan Sekolah Kejuruan
  Isi Singkat :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertekad terus mengembangkan sekolah kejuruan, karena dinilai memberikan nilai tambah yang besar kepada anak didik. Sekolah kejuruan juga membuka peluang terciptanya pemberdayaan masyarakat pedesaan, melalui kualitas ilmu yang dimiliki siswa.



_____________________
   LINK
  Artikel
  Pencarian
  Search:
  
  
 
DETAIL ARTIKEL

 
Dahsyatnya Elektromagnetik
 

Begitu dahsyatnya sehingga para ilmuwan di NASA (National Aeronautics and Space Admistration) mulai berpikir untuk memanfaatkannya sebagai tenaga yang bisa ‘melemparkan’ pesawat luar angkasa ke luar atmosfer bumi! Kenapa sampai muncul ide ini? Bukankah mesin roket yang biasanya digunakan untuk mengirim pesawat-pesawat ke luar bumi sudah cukup berhasil?

Sebenarnya semua mesin roket yang sudah digunakan maupun yang sedang dikembangkan saat ini tetap membutuhkan bahan khusus sebagai pendorongnya. Bahan-bahan propellant ini bisa berupa bahan kimia seperti yang sudah banyak digunakan, bisa juga berupa hasil reaksi fusi nuklir yang teknologinya dikembangkan di awal abad 21 ini. Ada lagi berbagai teknologi inovatif seperti light propulsion dan antimater propulsion. Penggunaan propellant ini sebenarnya sangat membatasi kecepatan dan jarak maksimum yang dapat dicapai pesawat.

Elektromagnetika merupakan penggabungan listrik dan magnet. Sewaktu kita mengalirkan listrik pada sebuah kawat kita bisa menciptakan medan magnet. Listrik dan magnet benar-benar tidak terpisahkan kecuali dalam superkonduktor tipe I yang menunjukkan Efek Meissner (bahan superkonduktor dapat meniadakan medan magnet sampai pada batas tertentu).

Dengan pesawat yang menggunakan propellant bahan kimia kita baru bisa mencapai bintang terdekat dalam waktu puluhan ribu tahun. Jika kita ingin mencapai bintang terdekat dalam waktu lebih cepat seperti dalam film Star Trek kita membutuhkan teknologi yang bisa melampaui kecepatan cahaya. Selama teknologi itu masih belum bisa dikembangkan, kita bisa memanfaatkan dulu teknologi elektromagnetik yang ternyata memberikan alternatif yang cukup menjanjikan walaupun belum bisa mewujudkan impian kita untuk menjelajahi jagad raya. (Yohanes Surya/rmb)


 
 
   
 
 
Powered By Sakamitra