HOME  PROFIL  PRODUK  BERITA  KONSULTASI
  Jam Analog
DETAIL BERITA

18-03-2009
 
ITS tak Jamin Unas SMA/MA Berlangsung Jujur
 
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang ditunjuk sebagai koordinator pengawas Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA/MA menyatakan tidak dapat menjamin Unas pada 20-24 April mendatang akan berlangsung dengan jujur."Pasalnya, kami ditunjuk menjadi koordinator pengawas dengan diberi dana Rp8,247 miliar untuk Jatim, sedangkan secara nasional mencapai Rp83 miliar, padahal kebutuhan kami 2,5 kali lipat dari jumlah itu atau sekitar Rp20 miliar untuk Jatim," kata Rektor ITS Surabaya Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD di Surabaya, Senin.

Didampingi Pembantu Rektor (PR) IV ITS, Prof Ir Eko Budi Djatmiko, MSc PhD, ia menyatakan pihaknya tidak dapat menjamin kejujuran Unas SMA/MA pada tahun 2009 itu, karena dana sebesar itu hanya dapat digunakan pemantauan.
"Kalau pengawasan, kami memerlukan dana lebih banyak untuk melibatkan 4.000-an dosen dari sembilan PTN di Jatim mulai dari distribusi lembar ujian dari percetakan, kepolisian, sekolah, hingga evaluasi," katanya.

Namun, katanya, dengan dana hanya Rp83 miliar, maka pihaknya hanya dapat melibatkan 1.526 dosen untuk memantau pelaksanaan Unas pada 1.526 sekolah penyelenggara, sehingga satu sekolah penyelenggara yang mencapai 5-7 kelas akan dipantau seorang pengawas."Hal itu berarti kami tidak akan mampu menjadi pengawas yang mengawasi para pengawas Unas, sehingga kami hanya mampu menjadi pemantau. Itu pun hanya kami lakukan di sekolah penyelengara, sedangkan di percetakan dan kepolisian tidak memungkinkan," katanya.

Padahal, katanya, kepolisian dan percetakaan merupakan lokasi dengan tingkat kerawanan untuk jujur-tidaknya pelaksanaan Unas, apalagi pengawasan di tingkat sekolah penyelenggara juga tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.
"Harga kejujuran itu mahal, karena kita memang belum memilikinya, bahkan kami ingin optimal dengan melakukan pengawasan lembar ujian Unas di percetakan dan kepolisian yang sangat rawan itu, tapi hal itu tidak dapat dipenuhi pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya tidak akan dapat menjamin Unas untuk SMA/MA pada tahun 2009 akan berlangsung secara "fair." "Karena itu, hasil Unas 2009 tidak akan dapat dijadikan acuan untuk masuk PT, sebab kami hanya melakukan pemindaian, bukan skoring," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan kalangan SMA/MA sendiri terkesan tidak menghendaki "kehadiran" PTN untuk menjadi "pengawas" dalam Unas. "Mungkin mereka sudah terbiasa dengan ketidakjujuran itu, sehingga pemerintah harus mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk mewujudkan kejujuran itu," katanya.

Sumber : Republika Online

 
 
     
 

  Berita Terbaru
  
  Judul :
Olimpiade Nasional MIPA 2010 Diikuti 1.526 Mahasiswa
  Isi Singkat :

Sebanyak 1.526 mahasiswa akan ikut serta dalam seleksi wilayah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2010 yang digelar oleh Departemen Pendidikan Nasional. Drai jumlah tersebut, 649 mahasiswa ikut serta dalam Olimpiade Matematika, 448 mahasiswa mengikuti bidang studi Fisika, dan 429 lainnya mengikuti bidang studi Kimia.



_____________________
  Judul :
179 SMK BI Akan Diverifikasi Ulang
  Isi Singkat :

Sebanyak 179 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang saat ini sudah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI) di seluruh Indonesia, tahun ini akan diverifikasi ulang. Hasil dari proses verifikasi yang berakhir April 2008 ini nantinya akan menentukan apakah masing-masing sekolah tersebut layak untuk tetap menyandang status sebagai SBI atau tidak.



_____________________
  Judul :
Cukup Satu Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Kota
  Isi Singkat :

Menjamurnya sekolah berstandar internasional belum diikuti ketersediaan tenaga pendidik yang bisa mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya memperketat seleksi. Di kabupaten atau kota sebaiknya cukup ada satu SBI untuk tiap jenjang.



_____________________
  Judul :
Hebat, Indonesia Raih Gelar di Olimpiade Robot Dunia!
  Isi Singkat :

Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga untuk kategori "Junior Regular Category" di ajang Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung pada 6-8 November 2009 lalu di Korea Selatan.



_____________________
  Artikel
  Pencarian
  Search:
  
  
  Statistik Situs