HOME  PROFIL  PRODUK  BERITA  KONSULTASI
  Jam Analog
DETAIL BERITA

12-11-2009
 
Pemprov Jateng Kembangkan Sekolah Kejuruan
 

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bertekad terus mengembangkan sekolah kejuruan, karena dinilai memberikan nilai tambah yang besar kepada anak didik. Sekolah kejuruan juga membuka peluang terciptanya pemberdayaan masyarakat pedesaan, melalui kualitas ilmu yang dimiliki siswa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo dalam acara pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) II SMK tahun 2009 tingkat Provinsi Jateng di kompleks Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB) Kota Tegal, Rabu (11/10).

Menurut Bibit, sejak tahun 2008, Jateng ditetapkan sebagai provinsi vokasi. Dengan demikian, Jateng merupakan salah satu provinsi yang menggeluti bidang pendidikan sekolah kejuruan. Oleh karena itu, SMK harus diberdayakan secara maksimal.

Sebagai sekolah kejuruan, SMK memberikan prospek dan pilihan yang baik bagi anak didik. Siswa yang memiliki keterampilan dan kemampuan keuangan, sehabis lulus bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Namun, siswa yang tidak memiliki dana bisa mandiri dan mengembangkan ilmu yang diperoleh dengan bekerja pada perusahaan-perusahaan.

Saat ini, pengusaha-pengusaha melalui forum bursa tenaga kerja sudah bekerja sama dengan SMK-SMK se-Jateng, untuk merekrut para lulusan sekolah kejuruan. "Ini mengindikasikan bahwa SMK di Jateng ternyata meberikan prospek yang baik kepada anak didik maupun pengusaha. Anak didik mendapatkan lapangan pekerjaan, pengusaha mendapatkan pekerja yang berilmu dalam bidang masing-masing," kata Bibit.

Hal tersebut menurut Bibit, akan terus dikembangkan di Jateng. Terlebih, pengembangan sekolah kejuruan juga sejalan dengan konsep Bali Desa Bangun Desa yang dicanangkan Pemprov Jateng.

Gerakan pemberdayaan potensi pedesaan akan dapat dikembangkan secara baik, dengan hadirnya SMK-SMK yang memiliki berbagai disiplin ilmu. Para siswa akan mampu menolong masyarakat pedesaan, seperti petani dengan temuan-temuan mereka. "Ini akan memberikan peningkatan penghasilan di pedesaan," ujarnya.

Rasio Meningkat

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kunto Nugroho HP mengatakan, rasio jumlah SMK terhadap SMA di Jateng juga terus meningkat. Pada tahun 2008, rasio jumlah SMK terhadap SMA yaitu 52:48, sedangkan tahun ini mencapai 55:45.

Rasio siswa SMK terhadap siswa SMA pada tahun 2008 yaitu 52:48. Namun saat ini, rasio siswa SMK terhadap siswa SMA di Jateng sudah mencapai 57,2:42,8. Pada tahun 2010, Pemprov Jateng menargetkan rasio SMK terhadap SMA mencapai 60:40. Hal tersebut sejalan dengan target nasional, yaitu 70:30 pada tahun 2013.

Untuk mewujudkan hal tersebut, beberapa upaya yang dilakukan yaitu mengembangkan SMK sebagai tempat uji kompetensi, SMK sebagai teaching factory, SMK sebagai pusat bisnis, SMK sebagai pusat karir, serta lomba kompetensi siswa yang seperti yang dilaksanakan di Tegal saat ini.

 
 
     
 

  Berita Terbaru
  
  Judul :
Olimpiade Nasional MIPA 2010 Diikuti 1.526 Mahasiswa
  Isi Singkat :

Sebanyak 1.526 mahasiswa akan ikut serta dalam seleksi wilayah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2010 yang digelar oleh Departemen Pendidikan Nasional. Drai jumlah tersebut, 649 mahasiswa ikut serta dalam Olimpiade Matematika, 448 mahasiswa mengikuti bidang studi Fisika, dan 429 lainnya mengikuti bidang studi Kimia.



_____________________
  Judul :
179 SMK BI Akan Diverifikasi Ulang
  Isi Singkat :

Sebanyak 179 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang saat ini sudah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI) di seluruh Indonesia, tahun ini akan diverifikasi ulang. Hasil dari proses verifikasi yang berakhir April 2008 ini nantinya akan menentukan apakah masing-masing sekolah tersebut layak untuk tetap menyandang status sebagai SBI atau tidak.



_____________________
  Judul :
Cukup Satu Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Kota
  Isi Singkat :

Menjamurnya sekolah berstandar internasional belum diikuti ketersediaan tenaga pendidik yang bisa mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya memperketat seleksi. Di kabupaten atau kota sebaiknya cukup ada satu SBI untuk tiap jenjang.



_____________________
  Judul :
Hebat, Indonesia Raih Gelar di Olimpiade Robot Dunia!
  Isi Singkat :

Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga untuk kategori "Junior Regular Category" di ajang Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung pada 6-8 November 2009 lalu di Korea Selatan.



_____________________
  Artikel
  Pencarian
  Search:
  
  
  Statistik Situs