HOME  PROFIL  PRODUK  BERITA  KONSULTASI
  Jam Analog
DETAIL BERITA

05-11-2009
 
Depdiknas Siapkan RUU Sistem Perbukuan Nasional
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Mansur Ramli mengatakan, sekarang Depdiknas tengah menyiapkan Rancangan Undang-undang Sistem Perbukuan Nasional.

Rancangan UU tersebut akan memuat segala sesuatu yang terbaik bagi pemerintah dan terbaik bagi penerbit. Karena itu perlu duduk bersama merumuskannya, katanya, ketika membuka Indonesia Book Fair ke-29, Rabu (4/11) di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ketua Umum Ikapi, Setia Dharma Madjid mendukung rencana penyusunan RUU Sistem Perbukuan Nasional itu. Sistem yang ada selama ini harus dievaluasi bersama, tanpa saling menyalahkan.

"Di situ nanti akan ada harapan industri perbukuan akan lebih berkembang baik," ungkap Dharma.

Mansur Ramli juga mengingatkan penerbit buku untuk tidak terlalu khawatir dengan masuknya buku-buku asing dari negara tetangga, terutama Malaysia. Menurut dia, adanya pihak asing merupakan tantangan bagaimana meningkatkan kualitas perbukuan di tanah air.

"Pesaing jangan dimatikan, tapi tempatkan ia sebagai mitra terbaik," ujarnya.

Hal itu disinggung Romli karena dari 127 penerbit buku yang ikut Indonesia Book Fair ke-29, yang berlangsung hingga 8 November mendatang, lima peserta di antaranya penerbit berasal dari Malaysia.

Buku Gratis

Pada bagian lain, Setia Dharma Madjid mengatakan, rencana Pemerintah untuk mengadakaan buku pelajaran murah di luar kebijakan Buku Sekolah Elektronik (BSE), perlu dipikirkan ulang. Karena ongkos pengiriman mahal, jatuhnya harga buku tersebut tetap mahal.

Akibatnya, daya beli masyarakat tetap rendah. Yang diperlukan saat ini, kata Dharma, adalah kebijakan buku sekolah gratis. Sekolah gratis harus didukung buku gratis.

"Kebijakan buku murah, jika didistribusikan ke daerah atau pelosok-pelosok, maka harganya akan mahal. Apalagi harus membelinya setiap tahun karena berganti-ganti buku," katanya.

Dharma menjelaskan, meskipun kebijakan buku gratis diperkirakan akan menghabiskan dana APBN senilai Rp 15 triliun, dengan asumsi jumlah anak didik 50 juta dan kebutuhan buku sekolah senilai Rp 300 ribu/anak, --dengan berlakunya buku tersebut selama lima tahun, akan sangat membantu masyarakat dalam program mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Jadi, gonta-ganti buku hanya sekali dalam lima tahun," ujarnya.

Ikapi juga mengritisi kebijakan buku BSE atau e-Book, yang dimaksudkan Departemen Pendidikan Nasional sebagai buku murah. Kenyataannya, kata dia, kebijakan itu berdampak luar biasa ke industri perbukuan.

BSE, yang hak citanya dimiliki oleh Depdiknas itu, dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialihmediakan, dan/atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau masyarakat.

Walaupun demikian, untuk penggandaan secara komersial, harga penjualan BSE harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Harga eceran tertinggi (HET) bukan ditentukan oleh Depdiknas seperti yang terjadi saat ini.

Menurut Setia, BSE perlu dievaluasi dan melibatkan pihak peneliti perguruan tinggi untuk menilainya. Menteri Pendidikan Nasional yang baru, Mohammad Nuh, diharapkan bisa membuat redisain pengadaan buku sekolah 15-20 tahun ke depan. Dengan redisain itu, kebijakan tak akan berubah-rubah, sehingga industri perbukuan tak dirugikan.

"Dengan kebijakan yang berubah-rubah dan politis, kita tak berani investasi," tandas Dharma.

 
 
     
 

  Berita Terbaru
  
  Judul :
Olimpiade Nasional MIPA 2010 Diikuti 1.526 Mahasiswa
  Isi Singkat :

Sebanyak 1.526 mahasiswa akan ikut serta dalam seleksi wilayah Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2010 yang digelar oleh Departemen Pendidikan Nasional. Drai jumlah tersebut, 649 mahasiswa ikut serta dalam Olimpiade Matematika, 448 mahasiswa mengikuti bidang studi Fisika, dan 429 lainnya mengikuti bidang studi Kimia.



_____________________
  Judul :
179 SMK BI Akan Diverifikasi Ulang
  Isi Singkat :

Sebanyak 179 sekolah menengah kejuruan (SMK) yang saat ini sudah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (SBI) di seluruh Indonesia, tahun ini akan diverifikasi ulang. Hasil dari proses verifikasi yang berakhir April 2008 ini nantinya akan menentukan apakah masing-masing sekolah tersebut layak untuk tetap menyandang status sebagai SBI atau tidak.



_____________________
  Judul :
Cukup Satu Sekolah Bertaraf Internasional di Setiap Kota
  Isi Singkat :

Menjamurnya sekolah berstandar internasional belum diikuti ketersediaan tenaga pendidik yang bisa mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya memperketat seleksi. Di kabupaten atau kota sebaiknya cukup ada satu SBI untuk tiap jenjang.



_____________________
  Judul :
Hebat, Indonesia Raih Gelar di Olimpiade Robot Dunia!
  Isi Singkat :

Tim Indonesia berhasil meraih juara kedua dan ketiga untuk kategori "Junior Regular Category" di ajang Olimpiade Robot Dunia (World Robot Olympiad/WRO) 2009 yang berlangsung pada 6-8 November 2009 lalu di Korea Selatan.



_____________________
  Artikel
  Pencarian
  Search:
  
  
  Statistik Situs